Thiago Silva Akui Pandemi Virus Corona Membuat Dirinya Ketakutan

Bek PSG Thiago Silva mengaku jika epidemi Virus Corona yang berlangsung sekarang membuat berasa ketakutan. Virus Corona sudah memaksakan persaingan Ligue 1 berhenti untuk sesaat. Semua kesibukan sepak bola di Prancis disetop sampai ada informasi selanjutnya dari LFP. Kesempatan kali ini dipakai oleh Thiago Silva untuk kembali ke negara aslinya, Brasil. Sekarang, bek berumur 35 tahun itu jalani waktu karantina di rumah tinggalnya. Thiago Silva menjelaskan sekarang adalah saat-saat susah buat kesemua orang, termasuk juga dianya.

 

Lebih pada kondisi karantina yang harus ditempuh. Dia juga tidak malu mengaku jika kondisi ini sebetulnya membuat nyalinya ciut. “Saya datang tempo hari (Rabu) sesudah penerbangan yang cukup sepi. Di sini (di Rio de Janeiro), saya dalam karantina. Ini ialah kondisi yang tidak gampang tapi manusia mempunyai kemampuan yang mengagumkan untuk penyesuaian, ” katanya pada SporTV, seperti dikutip Goal International. “Bagaimana saya akan jaga diri saya pada keadaan yang baik? Ini bisa menjadi susah di Paris seperti di sini. Di Paris, pusat-pusat training sudah ditutup, club . Serta di Brasil, mereka cuma membuat ketetapan yang sama.

 

Kami akan berusaha untuk berlari-lari tapi semakin lebih susah untuk menguatkan badan atau hal seperti itu.” “Anda harus juga memerhatikan makanan. Kita sedang tidak liburan. Ini peristiwa refleksi. Kita takut dengan yang berlangsung, ” hebat Silva. Thiago Silva beri pujian aksi cepat Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam mengatasi banyak permasalahan yang muncul dari epidemi Covid-19. Bekas bek AC Milan ini juga minta seluruh pihak di Brasil untuk bertanggungjawab serta berusaha untuk hentikan penebaran virus itu.

 

“Presiden Macron ambil ide dari kondisi di Italia untuk ambil beberapa langkah penahanan. Tapi, serta dengan memerhatikan apa yang berlangsung di negara tetangganya itu, Prancis belum betul-betul sukses membuat perlindungan dirinya.” “Di Brasil, kami mungkin punyai waktu. Saya mengharap kritis tidak sekeras di Eropa. Ini ialah kami harap.” “Saya mengharap beberapa orang akan mengerti kesungguhan kondisi secepat-cepatnya. Saya berharap pantai-pantai akan kosong. Ini bukanlah berlibur sekolah. Ini peristiwa refleksi. Anda harus tinggal di dalam rumah mengharap semua akan normal kembali selekasnya kemungkinan.” Selama ini di Brasil, Virus Corona itu sudah menyebabkan jatuhnya 10 korban jiwa. Tetapi belakangan ini negeri Samba itu tutup beberapa perbatasannya supaya penebaran virus tidak semakin meluas.

READ  Mo Salah Disemprot Sang Ibu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs Judi Online Terpercaya Di Indonesia © 2018 Frontier Theme