All for Joomla The Word of Web Design

Matildas yang berumur 16 tahun mempertahanan Turnamen of Nations di AS

The Matildas ditata untuk darah bolters 16 tahun saat mereka membela mahkota Tournament of Nations mereka di Amerika Serikat – salah satunya pemanasan sah paling akhir mereka sebelum Piala Dunia Wanita tahun kedepan. Amy Sayer merupakan hanya satu pemain yang belumlah ditutup dalam team bimbingan pelatih Alen Stajcic yang mempunyai 20 pemain kuat untuk kompetisi itu, yang menghantam Australia melawan tiga negara sepakbola wanita terpenting dunia di Brasil, AS, serta Jepang. Gelandang Sayer hadir dari kiprah musim W-League yang mengesankan bersama dengan Canberra United dan cetak tiga gol dalam kampanye paling akhir Young Matildas di Kejuaraan Wanita AFF, dimana mereka merampungkan runner-up ke Thailand.

Dia sekarang ini bermain di NSW NPL untuk North Shore Mariners. “Benar-benar untuk dia, ini merupakan kurva evaluasi untuk lihat bagaimana dia masuk dalam team kami, ” kata Stajcic pada AAP. “Kami coba menetralisir beberapa pemain muda dalam dua tahun paling akhir saat ini, cuma untuk memberikan mereka pikir seperti apa tingkat setelah itu. Buat saya, dia tentu mempunyai alat menjadi efisien pada tingkat sehari itu. Tapi akan baik baginya untuk pelajari langkah kami lakukan beberapa hal di Matildas serta betul-betul lihat bagaimana dia menyesuaikan dengan sepakbola internasional senior. ” Caitlin Foord juga sudah dimasukkan tapi belumlah seutuhnya sembuh dari cedera kaki yang memaksanya melupakan Piala Asia Wanita April.

Stajcic menyampaikan Foord diambil terpenting untuk mengintegrasikan kembali pada dalam set-up Australia, mengaku itu bisa menjadi ” bonus ” bila dia mempunyai waktu permainan benar-benar. Sayer serta Foord samping, bekas tim dipertunjukkan di Piala Asia sesaat semuanya bar tiga bermain di 2017 Kompetisi Bangsa-Bangsa, dimana Australia menaklukkan AS untuk kali pertamanya. The Matildas cuma akan mainkan satu kompetisi pertemanan sesudah ini mendekati Piala Dunia tahun kedepan di Prancis. Stajcic ingin lakukan yang terunggul dari kompetisi paling akhir mereka sebelum itu – serta mendaratkan beberapa pukulan psikologis pada beberapa team yang perlu mereka taklukkan bila mereka ingin memenangi apa yang bisa menjadi kejuaraan dunia senior pertama Australia. Balas dendam melawan Jepang, yang menaklukkan Matildas 1-0 di final Piala Asia, merupakan prioritas utama.

READ  Memenangi Taruhan Dalam Bermain Capsa Susun Online

“Bagi saya itu tentu permainan yang semestinya kami menangkan dengan dikit, ” kata Stajcic. ” Untuk menguasai permainan sekitar yang kami kerjakan… bila kami memainkannya di Piala Dunia, saya masih tetap berfikir kami mempunyai senjata agar bisa membuat kompetisi betul-betul susah serta memberikan kami tiap-tiap kesempatan untuk menang. ” Kampanye Australia diawali di Kota Kansas pada tanggal 26 Juli (waktu ditempat) melawan Brasil – dengan Matildas mengharap untuk kembali lihat beberapa pernyataan di semua dunia yang didapat dari kemenangan tahun kemarin. “Turnamen Perserikatan Bangsa-Bangsa akan diawali 12 bulan besar-besaran untuk sepakbola wanita di Australia, ” kata pelatih Australia itu. “Sementara kami dengan cara alami akan mempunyai tujuan untuk menjaga judul Tournament of Nations kami, kami akan konsentrasi untuk selalu berkembang menjadi unit sesaat kami ada di AS waktu kami lihat ke depan ke Piala Dunia Wanita FIFA 2019 di Prancis. ” Brasil, Jepang, serta Amerika Serikat akan memberi perlawanan keras buat kami sepanjang beberapa minggu yang akan datang, tapi sepanjang tahun lantas kami sudah tunjukkan pada beberapa peluang jika kami bukan sekedar bisa mencocokkan, tapi menaklukkan, yang terunggul. “

Baca Juga Artikel Terkait :

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password